KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
“PENGENALAN MATLAB”
Disusun Oleh :
Nama :
LISKA FAJARYANI
Stambuk : A 241 15 024
PROGRAM STUDI PENDIDIKA FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2016
MATLAB
atau yang kita sebut dengan (Matrix Laboratory) yaitu
sebuah program untuk menganalisis dan
mengkomputasi data numerik, dan MATLAB juga merupakan suatu bahasa pemrograman
matematika lanjutan, yang dibentuk dengan dasar pemikiran yang menggunakan
sifat dan bentuk matriks.
Sampai
saat ini, jika kita mebicarakan pemrograman berorientasi visual, yang ada di
benak kita adalah sederetan bahasa pemrograman, seperti visual basic, Delphi,
Visual C++, visual Fox Pro, dan lainnya yang memang di desain secara khusus
untuk itu. Matlab merintis kearah pemrograman yang menggunakan GUI dimulai dari
versi 5, yang terus disempurnakan sampai sekarang (versi 7).
Semua kontrol pada GUIDE dapat dimunculkan pada
layout/figure dengan cara mendrag kiri kontrol yang diinginkan ke figure.
Adapun penjelasan fungsi masing-masing kontrol adalah sebagai berikut:
1. Push
Button
Merupakan jenis kontrol berupa tombol tekan
yang akan menghasilkan tindakan jika diklik, misalnya tombol oke, cancel,
hitung, hapus, dan sebagainya. Untuk menampilkan tulisan pada pushbuton kita
dapat mengaturnya melalui propety inspector dengan mengeklik objek pushbutton
pada figure, lalu mengeklik toolbar property inspector atau menggunakan klik
kanan lalu property inspector.
2. Toggle
button
Toggle button memiliki fungsi yang sama dengan
pushbutton. Perbedaannya adalah saat pushbutton ditekan, maka tombol akan
kembali pada posisi semula jika tombol mouse dilepas, sedangkan pada toggle
button tombol tidak akan kembali ke posisi semula kecuali kita menenkanya
kembali.
3. Radio
Button
Radio button digunakan untuk memilih atau
menandai satu pilihan dari beberapa pilihan yang ada. Misalnya saat membuat
aplikasi matematika seperti penjumalahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
4. Edit
Text dan Static Text
Edit text digunakan untuk memasukkan atau
memodikfikasi suatu text yang diinputkan oleh keyboard. Sedangkan static text
hanya berguna untuk menampilkan tulisan sehingga tidak bisa dimodifikasi/
diedit kecuali melalui property inspector.
5. Fames
Merupakan kotak tertutup yang dapat digunakan
untuk mengelompokkan kontrol-kontrol yang berhubungan. Tidak seperti kontrol
lainya, frames tidak memiliki rutin callback.
6. Checkboxes
Kontrol checkboxes digunakan untuk menyediakan
pilihan mandiri atau tidak bergantung dengan pilihan-pilhan lainya. Contoh
aplikasi penggunaan checkboxes adalah ketika kita diminta untuk memilih hobi,
karena hobi lebih dari satu maka kita bisa mengeklik checkboxes lebih dari satu
kali.
7. Slider
Slider berguna jika kita menginginkan inputan
nilai yang tidak menggunakan keyboard, tetapi hanya dengan cara menggeser
slider secara vertikal maupun horisontal ke nilai yang kita inginkan. Dengan
menggunakan slider kita lebih fleksibel dalam melakukan pemasukan nilai data
karena kita tidak dapat mengatur sendiri nilai max, nilai min serta sliderstep.
8. Popup
Menu
Berguna untuk menampilkan daftar pilihan yang
akan didefinisikan pada String Property ketika mengeklik tanda panah pada
aplikasi dan memiliki fungsi seperti radio button. Ketika tidak dibuka, popup menu
hanya menampilkan satu item yang menjadi pilihan pertama pada String Property.
Popup menu sangat bermanfaat keyika kita ingin memberi sebuah pilihan tanpa
jarak, tidak seperti radio button.
9. Axes
Axes berguna untuk menampilkan sebuah grafik
atau gambar (images). Axes sebenarnya tidak masuk dalam uicontrol, tetapi axes
dapat diprogram agar pemakai dapat berinteraksi dengan axes dan obyek grafik
yang ditampilkan melalui axes.
Langsung
saja kita ke topic kita, MATLAB mempunyai berbagai jendela tampilan yang
bermacam macam, langsung saja kita simak informasi selengkapnya.
1. MATLAB Command Window
MATLAB
Command window adalah jendela yang muncul ketika kita akan membuka pertama kali
setiap kita menjalankan aplikasi MATLAB. Pada jendela tampilan ini kita dapat melakukan
akses-akses ke command-command MATLAB dengan cara mengetikkan
algoritma-algoritma pada MATLAB, seperti mengakses help window dan
lain-lainnya.
Command
Window (layar perintah) dapat kita gunakan untuk menjalankan program/perintah
yang dibuat pada jendela tampilan editor matlab. Pada jendela tampilan/window
ini kita dapat menelusuri perintah dengan memasukkan algoritma maupun komponen
pendukung (help file, dll) yang ada di matlab secara langsung. Salah satu
karakteristik dari command windows ditandai dengan tanda prompt (>>).
2. MATLAB Editor/Debugger (Editor M-File/Pencarian
Kesalahan)
Jendela
ini adalah alat yang disediakan oleh Matlab versi 5 ke atas. Berfungsi sebagai
editor script Matlab (M-file). Walaupun sebenarnya script ini untuk pemrograman
Matlab dapat saja menggunakan editor yang lain seperi notepad, notepad ++,
maupun word.
Untuk mengakses jendela tampilan m-file ini
dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Pilih
menu File - kemudian pilih New
3. Figure Windows
Jendela
tampilan ini merupakan hasil visualisasi dari script Matlab. Namun Matlab
memberi kemudahan bagi programmer untuk mengedit jendela tampilan ini
sekaligus memberikan program khusus untuk itu. Sehingga jendela tampilan ini
selain berfungsi sebagai visualisasi output dapat juga sekaligus menjadi media
input yang interaktif.
4. MATLAB Help Window
MATLAB juga menyediakan sistem help yang dapat diakses dengan perintah help. Misalnya, untuk memperoleh informasi tentang fungsi elfun, if, for, dll. Yang merupakan bagian dari fungsi untuk trigonometri, eksponensial, complex dan lain-lain.
MATLAB juga menyediakan sistem help yang dapat diakses dengan perintah help. Misalnya, untuk memperoleh informasi tentang fungsi elfun, if, for, dll. Yang merupakan bagian dari fungsi untuk trigonometri, eksponensial, complex dan lain-lain.
Beberapa
kelebihan Matlab jika dibandingkan dengan program lain seperti Fortran, dan
Basic adalah :
a.
Mudah dalam memanipulasi struktur matriks dan
perhitungan berbagai operasi matriks yang meliputi penjumlahan, pengurangan,
perkalian, invers dan fungsi matriks lainnya.
b.
Menyediakan fasilitas untuk memplot struktur
gambar (kekuatan fasilitas grafik tiga dimensi yang sangat memadai).
c.
Script program yang dapat diubah
sesuai dengan keinginan user.
d.
Jumlah routine-routine powerful yang
berlimpah dan terus berkembang.
e.
Kemampuan interface (misal dengan bahasa
C, word dan mathematica).
f.
Dilengkapi dengan toolbox, simulink,
stateflow dan sebagainya, serta mulai melimpahnya source code di
internet yang dibuat dalam matlab ( contoh toolbox misalnya : signal
processing, control system, neural networks dan sebagainya).
Penggunaan
MATLAB meliputi bidang-bidang :
v Matematika
dan Komputasi
v Pembentukan
Algorithm
v Akuisisi
Data
v Pemodelan,
simulasi dan Pembuatan Prototype
v Analisis
Data, Explorasi, dan Visualisasi
v Grafik
Keilmuan dan Bidang Rekayasa Lingkungan kerja
Contoh matlab dalam ilmu fisika yaitu membuat rangkaian
1.
Rangkaian Listrik
Rangkaian listrik merupakan suatu kumpulan elemen
atau komponen listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan
paling sedikit mempunyai satu lintasan tertutup. Yang dimaksud dengan satu
lintasan tertutup adalah satu lintasan saat kita mulai dari titik yang dimaksud
akan kembali lagi ketitik tersebut tanpa terputus dan tidak memandang seberapa
jauh atau dekat lintasan yang kita tempuh.
Pembatasan elemen atau komponen listrik
dikelompokkan kedalam elemen atau komponen aktif dan pasif. Elemen aktif adalah
elemen yang menghasilkan energi dalam hal ini adalah sumber tegangan dan sumber
arus. Elemen lain adalah elemen pasif dimana elemen ini tidak dapat
menghasilkan energi, dapat dikelompokkan menjadi elemen yang hanya dapat
menyerap energi dalam hal ini hanya terdapat pada komponen resistor atau banyak
juga yang menyebutkan tahanan atau hambatan dengan simbol R, dan komponen pasif
yang dapat menyimpan energi juga diklasifikasikan menjadi dua yaitu komponen
atau lemen yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet dalam hal ini
induktor atau sering juga disebut sebagai lilitan, belitan atau kumparan dengan
simbol L, dan kompone pasif yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet
dalam hal ini adalah kapasitor atau sering juga dikatakan dengan kondensator
dengan simbol C.
Menurut Hamdhani (2005), rangkaian adalah
interkoneksi dari sekumpulan elemen atau komponen penyusunnya ditambah dengan
rangkaian penghubungnya dimana disusun dengan cara-cara tertentu dan minimal
memiliki satu lintasan tertutup. Dengan kata lain hanya dengan satu lintasan
tertutup saja kita dapat menganalisis suatu rangkaian.
2.
Arus Listrik
Arus merupakan perubahan kecepatan muatan terhadap
waktu atau muatan yang mengalir dalam satuan waktu dengan simbol i (dari kata
Perancis : intensite), dengan kata lain arus adalah muatan yang bergerak.
Selama muatan tersebut bergerak maka akan muncul arus tetapi ketika muatan
tersebut diam maka arus pun akan hilang. Muatan akan bergerak jika ada energi
luar yang memepengaruhinya.
Muatan adalah satuan terkecil dari atom atau sub
bagian dari atom. Dimana dalam teori atom modern menyatakan atom terdiri dari
partikel inti (proton bermuatan + dan neutron bersifat netral) yang dikelilingi
oleh muatan elektron (-), normalnya atom bermuatan netral. Muatan terdiri dari
dua jenis yaitu muatan positif dan muatan negatif. Arah arus searah dengan arah
muatan positif (arah arus listrik) atau berlawanan dengan arah aliran elektron.
Suatu partikel dapat menjadi muatan positif apabila kehilangan elektron dan
menjadi muatan negatif apabila menerima elektron dari partikel lain.
Coulomb adalah unit dasar dari International
System of Units (SI) yang digunakan untuk mengukur muatan listrik.
Simbol :
Q =
muatan konstan
q =
muatan tergantung satuan waktu
Dimana :
muatan :
1 elektron = -1,6021 x 10-19 Coulomb
1 Coulomb = -6,24
x 1018 elektron
Secara matematis arus didefinisikan :
Dengan satuan ampere (A)
Dalam teori rangkaian arus merupakan pergerakan
muatan positif. Ketika terjadi beda potensial disuatu elemen atau komponen maka
akan muncul arus dimaan arah arus positif mengalir dari potensial tinggi ke
potensial rendah dan arah arus negatif mengalir sebaliknya.
Macam-macam arus :
1.
Arus searah (Direct
Current/DC)
Arus DC adalah arus yang mempunyai nilai tetap atau
konstan terhadap satuan waktu, artinya diaman pun kita meninjau arus tersebut
pada wakttu berbeda akan mendapatkan nilai yang sama.
2.
Arus bolak-balik
(Alternating Current/AC)
Arus AC adalah arus yang mempunyai nilai yang
berubah terhadap satuan waktu dengan karakteristik akan selalu berulang untuk
perioda waktu tertentu (mempunyai perida waktu : T).
Gambar
1. Macam Arus Lisrik
(a)
Arus Searah, (b) Arus
Bolak-Balik
3.
Tegangan
Tegangan atau seringkali orang menyebut dengan beda
potensial dalam bahasa Inggris voltage adalah kerja yang dilakukan untuk
menggerakkan satu muatan (sebesar satu coulomb) pada elemen atau komponen dari
satu terminal/kutub ke terminal/kutub lainnya, atau pada kedua terminal/kutub
akan mempunyai beda potensial jika kita menggerakkan/memindahkan muatan sebesar
satu coulomb dari satu terminal ke terminal lainnya.
Keterkaitan antara kerja yang dilakukan sebenarnya
adalah energi yang dikeluarkan, sehingga pengertian diatas dapat dipersingkat
bahwa tegangan adalah energi per satuan muatan.
Secara matematis :
Dengan satuan Volt (V)
Gambar 2. Lambang Tegangan
Pada Gambar 2, jika terminal/kutub A mempunyai
potensial lebih tinggi daripada potensial di terminal/kutub B. Maka ada dua
istilah yang seringkali dipakai, yaitu :
o Tegangan turun/ voltage drop
Jika dipandang dari potensial lebih tinggi ke potensial
lebih rendah dalam hal ini dari terminal A ke terminal B.
o Tegangan naik/ voltage rise
Jika dipandang dari potensial lebih rendah ke potensial
lebih tinggi dalam hal ini dari terminal B ke terminal A.
Pada pembahsan kali ini istilah yang akan dipakai adalah
pengertian pada item nomor 1 yaitu tegangan turun. Maka jika beda potensial
antara kedua titik tersebut adalah sebesar 5 Volt, maka VAB = 5 Volt dan VBA =
-5 Volt.
4.
Resistor (R)
Sering juga disebut dengan tahanan, hambatan,
penghantar, atau resistansi dimana resistor mempunyai fungsi sebagai penghambat
arus, pembagi arus, dan pembagi tegangan.
Nilai resistor tergantung dari hambatan jenis bahan
resistor itu sendiri (tergantung dari bahan pembuatnya), panjang dari resistor
itu sendiri dan luas penampang dari resistor itu sendiri.
Secara matematis :
Dimana :
ρ = hambatan jenis
l = panjang dari resistor
A = luas penampang
Dengan satuan dari resistor : Ohm (Ω)
Jika suatu resistor dilewati oleh sebuah arus maka pada
kedua ujung dari resistor tersebut akan menimbulkan beda potensial atau
tegangan. Hukum yang didapat dari percobaan ini adalah: Hukum Ohm.
1.
Hubungan seri resistor
Gambar 3. Rangkaian Seri Resistor
Pembagi tegangan :
Dimana :
Sehingga :
2.
Hubungan paralel
resistor
Gambar 4. Rangkaian Paralel Resistor
Pembagi arus :
Dimana :
Sehingga :
5.
Metoda Numerik
Ada enam tahapan yang harus dilakukan dalam
menyelesaikan persoalan dengan metode numerik, yaitu :
o Pemodelan, semua parameter dalam persoalan dimodelkan dalam
bentuk persamaan matematika. Penyederhanaan model, model matematika yang
diperoleh pada tahap pertama bisa saja masih kompleks. Untuk memudahkan dan
mempecepat kinerja komputer, model tersebut disederhanakan dengan membuang
parameter yang dapat diabaikan.
o Formulasi numerik, setelah model matematika yang sederhana
diperoleh, tahap selanjutnya adalah memformulasikannya secara numerik.
o Menyusun algoritma dari metode numerik yang dipilih.
o Pemrograman, algoritma yang telah disusun diterjemahkan
dalam program komputer, dengan terlebih dahulu membuat flowchart-nya kemudian
dituliskan dalam bentuk program, misalnya MATLAB.
o Operasional, program komputer dijalankan dengan data uji
coba sebelum menggunakan data sebenarnya.
o Evaluasi, bila program sudah selesai dijalankan dengan
menggunakan data sesungguhnya, hasil yang diperoleh diinterpretasi.
Interpretasi meliputi analisis hasil perhitungan dan membandingkannya dengan
prinsip dasar dan hasil-hasil empiric untuk menentukan kualitas solusi numerik.
6.
MATLAB
Dengan bantuan komputer, langkah-langkah metode
numerik diformulasikan menjadi suatu program. Perkembangan teknologi yang
antara lain mencakup bahasa pemrograman telah melalui beberapa tahap. Pada
awalnya bersifat Low Level Language dengan diperkenalkannya bahasa assembly.
Disusul perkembangan bahasa dengan tingkat Middle dan High Level Language
seperti FORTRAN, C++, BASIC / Visual Basic, Pascal, COBOL dan lain-lain.
Akhir-akhir ini bahasa script pemrograman dijadikan
alternatif bagi praktisi karena kemudahannya dalam membuat suatu aplikasi
program. Dalam membuat suatu program dapat dilakukan dengan cara yang sangat
mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan
bahasa Middle dan High Level Language. Makalah ini ditulis dengan menggunakan
perintah yang sangat sederhana, namun dapat mencakup tuntutan untuk
menyelesaikan persoalan menganalisis data.
Sekarang ini MATLAB adalah salah satu bahasa
pemrograman yang banyak digunakan. MATLAB mampu menangani perhitungan sederhana
seperti penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. MATLAB juga mampu
menyelesaikan perhitungan rumit, yang meliputi bilangan kompleks, akar dan pangkat,
logaritma dan fungi trigonometri. Seperti kalkulator yang dapat diprogram,
MATLAB dapat digunakan untuk menyimpan dan mengambil data.
Dalam MATLAB juga dapat dibuat sekumpulan perintah
untuk mengotomatisasi suatu persamaan yang rumit, dan masih banyak lagi
kemampuan lain dari MATLAB. Dalam lingkungan MATLAB, kita dapat mengembangkan
dan melaksanakan program atau naskah, yang berisi perintah MATLAB. Kita juga
dapat melaksanakan perintah MATLAB, mengamati hasilnya, dan kemudian
melaksanakan sebuah perintah MATLAB lainnya yang berinteraksi dengan data dalam
memori, mengamati hasilnya.
Dalam menyelesaikan data numerik diperlukan
beberapa metode dan dari metode-metode tersebut nantinya kita dapat menggunakan
sarana komputer untuk membantu menyelesaikan perhitungannya. Di sini akan
dikemukakan 4 metode saja yang berhubungan dengan tugas akhir penulis. Metode
yang akan penulis gunakan adalah :
1.
Metode Langsung
Metode langsung ini artinya penyelesaian persoalan
matematika diselesaikan dengan cara menggunakan alat bantu yang sudah bisa
menyelesaikan persoalan tersebut. Metode langsung ini akan menggunakan bahasa
pemrograman MATLAB. Bahasa pemrograman matlab sudah memiliki berbagai fasilitas
untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada dan sering muncul. Jadi perintah
yang dipakai adalah dengan perintah yang sudah disediakan oleh matlab.
Algoritma Metode Langsung :
a.
Program dimulai
b.
Sebagai persiapan
membersihkan layar command window dan menghapus isi variabel sebelumnya yang
tidak berfungsi
c.
Menginput elemen
matriks berordo 3×3 ke dalam variabel matriks A
d.
Menginput elemen
matriks berordo 3×1 ke dalam variabel matriks C
e.
Menentukan variabel
matriks B yang diisi dari hasil perhitungan matriks A dibagi matriks B
(perintah ini khusus
bahasa program matlab)
f.
Menampilkan hasil
elemen matriks B
g.
Program selesai
Flowchart Metode Langsung :
2.
Metode Biasa
Metode biasa ini maksudnya adalah bahwa persoalan
matematika diselesaikan dengan metode matematika biasa, yang memiliki cara-cara
yang sudah lazim digunakan. Dalam persoalan tugas nanti penulis memperoleh
persoalan yang merupakan matriks. Jadi berkaitan dengan cara biasa ini nantinya
penulis akan menggunakan cara penyelesaian matematika operasi matriks, seperti
penggunaan determinan dan lain-lain.
Algoritma Metode Biasa :
a.
Program dimulai
b.
Sebagai persiapan
membersihkan layar command window dan menghapus isi variabel sebelumnya yang
tidak berfungsi
c.
Menginput elemen
matriks berordo 3×3 ke dalam variabel matriks Z
d.
Menginput elemen
matriks berordo 3×1 ke dalam variabel matriks C
e.
Mengatur agar variabel
angka hanya 5 digit atau dengan format eksponen
f.
Menentukan variabel
matriks akhir yang diisi dari hasil perhitungan invers matriks Z dikali matriks
C
g.
Menampilkan hasil
elemen matriks Iakhir
h.
Program selesai
Flowchart Metode Biasa :
3.
Metode Gauss Seidel
Metode Gauss Seidel adalah suatu cara penyelesaian
dengan menggunakan iterasi. Kemudian dengan mengubah elemen matriks diagonalnya
nol. Untuk memulai perhitungan biasanya akan menggunakan tebakan awal.
Algoritma Metode Gauss Seidel :
a.
Program dimulai
b.
Sebagai persiapan
membersihkan layar command window dan
menghapus isi variabel sebelumnya yang tidak berfungsi
c.
Menentukan variabel
epsilon dengan nilai 0,0001 dan variabel x dengan nilai 0
d.
Menginput
elemen-elemen matriks berordo 3×3 ke dalam variabel matriks A
e.
Menginput elemen
matriks berordo 3×1 ke dalam variabel matriks C
f.
Menentukan variabel
I2, It3 dan iter serta memberikan masing-masing nilai awal 0
g.
Menentukan implikasi
dengan syarat x lebih besar atau sama dengan epsilon
h.
Jika Implikasi bagian
g benar langkah berikutnya mengerjakan bagian i
i.
Menghitung proses
dengan rumusan iter = iter + 1 ; I1=(C1-A(1,2).I2-(1,3).It3)/A(1,1) ;
I2=(C2-A(2,1).I1-A(2,3).It3)/A(2,2) ; I3=(C3-A(3,1).I1-(3,2).I2)/A(3,3) ;
Iakhir1 = mutlak dari I1; Iakhir2 = mutlak dari I2; Iakhir3 =mutlak dari I3; x
= mutlak dari I3-It3; dan It3 = I3;
j.
Menampilkan hasil
iter; Iakhir1; Iakhir2; dan Iakhir3
k.
Jika implikasi salah
program selesai dan jika implikasi benar mengulangi proses bagian i
Flowchart Metode Gauss Seidel :
4.
Metode Cramer
Metode adalah metode yang menggunakan dasar
perhitungan dengan cara matriks juga, seperti misalnya matriks maka
persamaannya dapat dinyatakan sebagai .
Algoritma Metode Cramer :
a.
Program dimulai
b.
Sebagai persiapan
membersihkan layar command window dan menghapus isi variabel sebelumnya yang
tidak berfungsi
c.
Menginput
elemen-elemen matriks berordo 3×3 ke dalam variabel matriks Z
d.
Menginput elemen
matriks berordo 3×1 ke dalam variabel matriks C
e.
Mengatur agar variabel
angka hanya 5 digit atau dengan format eksponen
f.
Menginput
elemen-elemen matriks berordo 3×3 ke dalam variabel matriks A1 dengan elemen
samadengan elemen Z kecuali A1(1,1) = C1, elemen A1(2,1) = C2 dan elemen
A1(3,1) = C3
g.
Menginput
elemen-elemen matriks berordo 3×3 ke dalam variabel matriks A2 dengan elemen
samadengan elemen Z kecuali A3(1,3) = C1, elemen A3(2,3) = C2 dan elemen
A3(3,3) = C3
h.
Menginput
elemen-elemen matriks berordo 3×3 ke dalam variabel matriks A3 dengan elemen
samadengan elemen Z kecuali A3(1,1) = C1, elemen A1(2,1) = C2 dan elemen
A1(3,1) = C3
i.
Menentukan variabel
matriks B1 dengan nilai determinan dari A1 dibagi determinan Z
j.
Menentukan variabel
matriks B2 dengan nilai determinan dari A2 dibagi determinan Z
k.
Menentukan variabel
matriks B3 dengan nilai determinan dari A3 dibagi determinan Z
l.
Memasukkan nilai nilai
mutlak dari B1, B2 dan B3 masing-masing ke dalam varibel Ba1, Ba2 dan Ba3
m.
Menampilkan hasil Ba1,
Ba2 dan Ba3
n.
Program selesai
Flowchart Metode Cramer :
APLIKASI
DAN PEMBAHASAN
A.
Aplikasi
Apabila diketahui suatu rangkaian listrik seperti
Gambar 5, maka besar arus untuk masing-masing hambatan dapat dicari menggunakan
metoda numerik.
Gambar 5. Rangkaian Listrik untuk Tiga Resistor dan
Dua Tegangan Untuk memperoleh tiga buah persamaan tersebut, kita gunakan hukum
tegangan Kirchoff pada tiap lup arus.
Persamaannya adalah :
Apabila kita susun kembali, maka :
Dari tiga persamaan di atas dapat kita buat ke dalam bentuk
operator matrik menjadi :
Berdasarkan data soal yang ada, maka dapat kita inputkan
nilai resistor dan tegangan masing-masing, sehingga :
Dari persamaan matrik ini, maka dapat diselesaikan
persoalan tersebut dengan menggunakan beberapa metoda numerik. Diantaranya :
1.
Metode Eliminasi Gauss
Karena diagonal A baris pertama 0, maka ditukar
letaknya dengan baris lain. Maka :
Matrik augmentasinya menjadi :
Langkah selanjutnya menjadikan matrik triangularisasi
dengan cara menjadikan baris ketiga kolom kedua bernilai 0.
Matrik triangularisasinya menjadi :
Maka arus masing-masing hambatan :
2.
Metode Cramer
Matrik yang digunakan :
Determinan matrik A adalah :
Solusi numeriknya adalah :
B.
Pembahasan
Berdasarkan metoda numerik yang sudah diselesaikan
pada bagian aplikasi, maka hasilnya dapat diuji ke dalam program yang telah
dirancang algoritma dan diagram alirnya. Program yang dibuat adalah :
1.
Metoda Langsung
(perintahnya sudah ada pada fasilitas program MATLAB)
Setelah menginputkan matrik A dan matrik C, perintah
selanjutnya yang diketikkan hanya :
B=A\C;
Maka elemen matrik B merupakan penyelesaian dari
permasalahannya. Seperti pada contoh berikut ini :
Apabila program ini kita Run, maka hasilnya adalah :
Pada bagian hasil jelas terlihat nilai arus
masing-masing resistor yang nilainya mendekati atau hampir sama dengan hasil
pencarian pada bagian aplikasi tadi.
2.
Metoda Biasa
(perintahnya sudah ada pada fasilitas program MATLAB)
Setelah menginputkan matrik Z dan matrik C, perintah
selanjutnya yang diketikkan hanya :
format short g ;
i 1akhir= abs(i(1));
i 2akhir= abs(i(2));
i 3akhir= abs(i(3));
Maka elemen matrik B merupakan penyelesaian dari
permasalahannya. Seperti pada contoh berikut ini :
Apabila program ini kita Run, kita harus menginput nilai
persamaannya dalam bentuk matrik terlebih dahulu.
Maka hasilnya adalah :
Pada bagian hasil juga jelas terlihat nilai arus
masing-masing resistor yang nilainya mendekati atau hampir sama dengan hasil
pencarian pada bagian aplikasi tadi.
3.
Metoda Gauss Siedel
Setelah menginputkan matrik Z dan matrik C, maka hasil
iterasi akhir merupakan penyelesaian dari permasalahannya. Seperti pada contoh
berikut ini :
Hasil program Gauss Siedel jika di Run adalah :
Pada iterasi bagian terakhir terlihat bahwa nilai arus
masing-masing resistor mendekati atau hampir sama dengan hasil pencarian pada
bagian aplikasi tadi dan sama dengan program lainnya.
4.
Metoda Cramer
Setelah menginputkan matrik Z dan matrik C, maka hasil I1,
I2, dan I3 merupakan penyelesaian dari permasalahannya. Seperti pada
contoh berikut ini :
Maka hasilnya adalah :
Pada bagian terakhir terlihat bahwa nilai arus
masing-masing resistor mendekati atau hampir sama dengan hasil pencarian pada
bagian aplikasi tadi dan sama dengan program lainnya.
5.
Metoda Eliminasi Gauss
Hasil I1, I2, dan I3 merupakan penyelesaian dari
permasalahannya. Seperti pada contoh berikut ini :
Hasil Metoda Eliminasi Gauss
Pada bagian terakhir terlihat bahwa nilai arus
masing-masing resistor mendekati atau hampir sama dengan hasil pencarian pada
bagian aplikasi tadi dan sama dengan program lainnya.



















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar